Ciswak Penolak Bala Penangkal Sial

Ciswak bermakna menolak bala atau menolak energy yang negative berpotensi membawa kesialan dan nasib buruk lainnya. Kemudian, ciswak dilakukan dengan tindakan yang nyata dengan merupah energy positif maupun negative dengan cara fisik. Salah satunya dengan menggunakan kalung, cincin, atau gelang yang sesuai dengan unsur yang dibutuhkan, misalnya unsur air, logam, kayu, tanah, api.

Seperti yang kita ketahui, menurut Islam bala itu cobaan dari Allah SWT guna menguji hamba-Nya untuk meningkatkan derajat manusia. Ketika manusia berhasil dan lulus uji makan orang tersebut akan dinaikkan derajatnya. Dan Allah SWT tidak mungkin menguji hambanya diluar batas kemampuannya. 
Ciswak penangkal Bala penolak sial


Biasanya Ciswak ini dilakukan oleh orang yang akrab dengan spiritual dan energy batin, Misalnya dengan menyantuni anak yatim, bersedekah atau berderma ke panti asuhan. Tindakan seperti ini bisa menjadi langkah untuk membangkitkan energi atau karma baik, sebab doa anak yatim sangat besar kuasanya. Intinya, menanam atau menabur benih kebaikan, akan mengundang kebaikan pula. Ciswak juga bisa melalui upacara atau beribadah di tempat ibadah secara bersama-sama. Menghaturkan doa kepada Tuhan, memohon perlindungannya
.

Ciswak juga bisa dengan melepas beberapa jenis hewan ke habitatnya. Ciswak seperti ini mengandung pengertian tentang energi karma yang terbebas dari belenggu. Dengan melakukan tindakan welas asih maka akan berimbas karma yang baik kepada si pembebas sendiri. Hewan yang biasa digunakan untuk ciswak penolak balak penangkal sial antara lain:
  • Burung, sebagai lambang kebebasan, biasanya dilakukan oleh mereka yang terhimpit masalah berat.
  • Kura-kura, Bulus, Penyu, lambang umur yang panjang, biasa dipakai ciswak oleh orang yang menderita sakit.
  • Ikan Lele, Belut, licinnya menjadi lambang lolosnya dari suatu perkara atau sengketa hukum.
  • Segala jenis ikan, adalah lambang rejeki yang lancar, biasa digunakan untuk ciswak saat usaha atau rejeki lagi tersendat.
  • Katak Hijau, sebagai hewan yang hidup di dua alam, bisa digunakan untuk ciswak oleh orang yang sedang menghadapi masalah nyata maupun yang tidak nyata.

Apakah Ciswa Tolak balak tolak sial bisa berjalan dengan baik? Itu semua tergantung Allah SWT yang menentukan, pasalnya secara ilmiah tidak ada kaitannya. Hanya saja , bahan diatas sebagai media untuk mengusir bala dan sial sebagai perantara. Tapi ketika anda mendapatkan bala, maka harusnya anda berdo'a kepada Allah untuk dikuatkan ujiannya, dan meminta dijauhkan dari Bala. Karena Alla Penguasa dari Penguasa. Salam Webmistik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel